SOCIAL NETWORK ADDICTED DAN KESEHATAN MENTAL

Pada saat ini, banyak sekali orang-orang, dari remaja sampai dewasa, mempunyai social network, seperti twitter, facebook, dsb. Dengan social network, orang-orang dapat bertemu teman lama secara maya dan berbagi kegiatan yang sedang dilakukan. Social network memberikan dampak positif dan negatif kepada penggunanya, salah satu dampak negatifnya adalah social network addicted. Saya akan mengaitkan hal ini dengan kesehatan mental, adakah hubungannya? Mari kita bahas! Oh ya, ini hanya pikiran-pikiran saya pribadi, so if there’s anything wrong with my post just say it on comment, we sharing knowledge!😀

Pertama kita harus tahu apa ciri-ciri orang dengan mental yang tidak sehat. Seperti yang saya post di Psikologi Kesehatan Mental, terdapat faktor-faktor yang menandakan bahwa seseorang dapat dikatakan bermental tidak sehat,

  1. Perasaan tidak nyaman/inadequacy

Seseorang yang addict dengan social network akan merasa tidak nyaman ­jika dia tidak meng-update status mereka di-social network, mungkin ini terjadi karena dia sudah terbiasa dengan kegiatan ber-social network sehingga jika ditinggalkan akan membuatnya tidak nyaman.

  1. Perasaan tidak aman/insecurity

Well… honestly, i don’t have any idea what it makes a person with social network addicted feeling insecure. Kalau ada yang tahu, bisa comment dan menyumbangkan pikirannya.

  1. Kurang memiliki rasa percaya diri/self-confidence

Sejauh yang saya tahu, seseorang dengan social network addicted pada kehidupan nyatanya adalah seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Setuju? Tidak Setuju?

  1. Kurang memahami diri/self-understanding,

Lagi… saya tidak tahu, so yang tahu bisa comment! :p

  1. Kurang mendapat kepuasan dalam berhubungan sosial

It’s obvious, orang dengan social network addicted tidak mendapatkan kepuasan dalam berhubungan sosial dan mengakibatkan dia mengalihkan ketidakpuasannya ke social network.

  1. Ketidakmatangan emosi 

Lagi, sejauh yang saya amati, orang dengan social network addicted memiliki ketidakmatangan emosi karena orang tsb biasanya meluap-luapkan perasaan, emosi, dll di akun social network.

  1. Kepribadiannya terganggu 

Well, kalu berbicara kepribadiannya terganggu saya tidak tahu. Sepertinya harus di pastikan dengan alat test, interview, untuk mengetahui kepribadiannya terganggu atau tidak.

  1. Mengalami patologi dalam struktur sistem syaraf

Hmmm….. apalagi ini, ini perlu dilihat sitem syarafnya secara medis, jadi saya tidak bisa berasumsi.

So, apakah seseorang dengan social network addicted bermental tidak sehat? Hartus ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jawabannya.

See you di post selanjutnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s